Perangkat Pembelajaran Agama Hindu SMP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN      :    SMP NEGERI 3 GROGOL
KELAS                                    :    VII
SEMESTER                            :    2
MATA PELAJARAN             :    PENDIDIKAN AGAMA HINDU
ALOKASI WAKTU               :    4 X 40 MENIT ( 2 PERTEMUAN)

A.   Standar Kompetensi  :
Memahami Sad Ripu sebagai aspek diri  yang harus dihindari

B.   Kompetensi Dasar            :  5.1  Mendeskripsikan  ajaran Sad Ripu
                                                   5.2  Menyebutkan bagian-bagian Sad Ripu

C.   Indikator Pembelajaran:
1.      Menguraikan pengertian Sad Ripu dari segi ethemologi
2.      Menyebutkan bagian-bagian Sad Ripu

D.  Tujuan Pembelajaran         :          
Pertemuan 1:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:
1.      Peserta didik dapat menguraikan pengertian Sad Ripu dari segi ethemologi
2.      Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian Sad Ripu

Pertemuan 2:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:   
1.      Peserta didik dapat menjelaskan arti masing-masing Sad Ripu
2.      Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian Sad Ripu yang harus dihindari

E.   Materi Pembelajaran         :          
1.  Pengertian Sad Ripu
Berdasarkan arti etimologinya Sad Ripu dapat diuraikan menjadi dua kata yaitu dari kata Sad dan dari kata Ripu.
Kata Sad berarti enam dan Kata Ripu berarti musuh, jadi Sad Ripu berarti enam Musuh

2. Bagian-Bagian Sad Ripu
Bagian-bagian dari Sad Ripu adalah:
1.      Kama berarti keinginan atau hawa nafsu
2.      Lobha berarti rakus atau serakah
3.      Kroda artinya marah
4.      Moha artinya bingung
5.      Mada artinya mabuk
6.      Matsarya artinya iri hati, dengki

F.    Model/Metode Pembelajaran   :
Ceramah interaktif dan diskusi aktif      
G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

Pertemuan 1

1. Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
a.       Mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu”
b.      Membuka pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
c.       Mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
d.      Apersepsi :
-          Mengamati gambar orang yang sedang minum-minuman keras
-          Peserta didik berkomentar tentang gambar tersebut

2. Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.       EKPLORASI
1.      Membiasakan peserta didik untuk gemar membaca dengan membaca materi tentang Sad Ripu dalam buku paket

B.        ELABORASI
1.      Peserta didik dibiasakan untuk saling bekerja sama dalam pembagian tugas dengan membentuk kelompok
2.      Membiasakan peserta didik untuk komunikatif dan bisa menghargai pendapat temannya dengan berdiskusi tentang pengertian Sad Ripu dan mengidentifikasi bagian-bagian Sad Ripu
3.      Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dengan menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

C.       KONFIRMASI
1.      Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.      Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.      Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya mempelajari tentang arti bagian-bagian Sad Ripu

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
a.    Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
b.   Melakukan evaluasi/ Post-test
c.    Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi”

Pertemuan 2
1.   Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Menumbuhkan religius siswa dengan mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu” dan mengawali pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
2.      Membaisakan kedisiplinan siswa dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
3.      Apersepsi :
-       Pree test: Pertanyaan dari pembelajaran minggu yang lalu

2.   Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.    EKPLORASI
1.         Guru membiasakan peserta didik agar gemar membaca dengan memberi kesempatan pada peserta didik membaca materi pembelajaran

B.     ELABORASI
1.         Membiasakan siswa agar memiliki jiwa tanggung jawab dengan membentuk mereka menjadi beberapa kelompok
2.         Membiasakan peserta didik agar komunikatif dan mau menghargai pendapat orang lain dengan berdiskusi tentang arti bagian-bagian Sad Ripu
3.         Siswa dengan cerdas mampu memberikan contoh-contoh perbuatan atau tindakan manusia yang mencerminkan daripada Sad Ripu
4.         Menumbuhkan percaya diri siswa dan melatih siswa komunikatif dengan cara menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

C.    KONFIRMASI
1.      Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.      Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.      Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya mempelajari tentang hal-hal yang dilakukan untuk menghindari atau meminimalkan Sad Ripu dalam kehidupan sehari-hari

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1. Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2. Melakukan evaluasi/ Post-test
3. Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi”

 H.  Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.      Alat
-          Spidol, White board
-          Gambar orang sedang minum minuman keras

2.      Bahan
-          Capsion

3.      Sumber Belajar
-       Buku widya dharma Agama Hindu kelas VII
-       Buku LKS
-       Wrhaspati Tattwa
-       Buku lainnya yang relevan
 
I.  Penilaian
a.  Penilaian Karakter:
Penilaian yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan Indikator,  sesuai dengan kebutuhan seperti contoh format di bawah ini.
No
Nama Peserta didik
Aspek yang nilai
Skor


Percaya diri
Religius
1

1
2
3
4
1
2
3
4

2










3










4











Keterangan    :
Rentang nilai    
Jumlah skor
Nilai
kretiria
8
81-100
(A) Baik sekali
7
61-80
 (B) Baik
6
41-60
 (C) Cukup
        - 5
0-40
 (D) Kurang

b.        Penilaian Pengamatan Kerja Kelompok (Afektif)

No
Nama Siswa
Aspek yang dinilai
Jlh
Ket.
Mengusulkan gagasan                      
Memperhatikan pendapat teman
Menambah penjelasan   teman
Menerima pendapat oranglain
1







2







3







4








c.    Penilaian akhir pembelajaran :
     Sesuaian dengan keperluan guru (diberi waktu 20 menit)
Indikator
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh Instrumen
1.         Menguraikan pengertian Sad Ripu dari segi ethemologi
Tes tulis
Tes Uraian
1. Uraikan pengertian Sad Ripu secara ethemologi
2.         Menyebutkan bagian-bagian Sad Ripu
Tes Kinerja
Tes Identifikasi
2. Identifikasilah bagian-bagian Sad Ripu.

3.         Menjelaskan arti masing-masing Sad Ripu 


Tes tulis

Tes Uraian

3. Sad Ripu adalah enam musuh yang ada dalam diri manusia. Sebutkan dan jelaskan masing-masing bagian Sad Ripu!

2.       Kunci Jawaban
1.         Sad Ripu dapat diuraikan menjadi dua kata yaitu dari kata Sad Ripu. Sad berarti enam dan Ripu berarti musuh. Jadi Sad Ripu berarti enam musuh yang ada dalam diri manusia.
2.         Bagian-bagian Sad Ripu antara lain:
a.    Kama
b.    Lobha
c.    Krodha
d.   Moha
e.    Mada
f.     Matsarya
3.       Arti masing-masing Sad Ripu adalah:
a.    Kama artinya keinginan
b.    Lobha artinya keserakahan
c.    Krodha artinya kemarahan
d.   Moha artinya kebingungan
e.    Mada artinya kemabukan
f.     Matsarya artinya irihati dan dengki

       Skor Penilaian

1.    Soal no. 1 bobot 2
2.    Soal no. 2 bobot 4
3.    Soal no. 3 bobot 4
Rumus : Perolehan Skor  x 100   = N
                       10

Mengetahui :
Kepala Sekolah,




SUZANA KUNCAHYANIE R, S.Pd
NIP. 19610328 198111 2 001        
Grogol, ……………………
Guru Bidang Studi Agama Hindu




HERI ISWANTO, S.Sos.H
NIP. 19870927 201101 1 008


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN      :    SMP NEGERI 3 GROGOL
KELAS                                    :    VII
SEMESTER                            :    2
MATA PELAJARAN             :    PENDIDIKAN AGAMA HINDU
ALOKASI WAKTU               :    4 X 40 MENIT ( 2 PERTEMUAN)

A.   Standar Kompetensi  :
Memahami Sad Ripu sebagai aspek diri  yang harus dihindari

B.   Kompetensi Dasar            :  5.3  Menjelaskan masing-masing  bagian ajaran Sad Ripu
                                                   5.4  Menunjukkan contoh-contoh perilaku Sad Ripu yang harus dihindari

C.   Indikator Pembelajaran:
1.      Dapat menjelaskan masing-masing bagian ajaran Sad Ripu
2.      Dapat menunjukkan contoh-contoh perilaku Sad ripu yang harus dihindari

D.  Tujuan Pembelajaran         :          
Pertemuan 1:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:
1.      Peserta didik dapat menjelaskan masing-masing bagian Sad Ripu

Pertemuan 2:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:   
1.      Peserta didik dapat menunjukkan contoh-contoh dari masing-masing bagian Sad Ripu yang harus dihindari

E.   Materi Pembelajaran         :          
1.  Bagian-bagian dari Sad Ripu adalah:
a.          Kama berarti keinginan atau hawa nafsu
Kama adalah keinginan atau nafsu, manusia memiliki nafsu untuk dapat melaksanakan suatu kegiatan, tanpa kama manusia akan menjadi pasif dan tidak melakukan kerja apapun. Namun kama yang harus dihindari adalah keinginan atau hawa nafsu yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan penderitaan atau kerugian baik bagi diri sendiri maupun orang banyak.
b.         Lobha berarti rakus atau serakah
Manusia memiliki rasa ingin memiliki, hal ini yang menyebabkan manusia berusaha untuk mendapatkannya dan memilikinya. Namun dalam hal manusia harus dapat mengendalikan dirinya agar tidak terlalu memiliki sifat yang rakus, yang harus memiliki semua yang ada untuk menjadi miliknya. Hal ini akan menjadikan manusia yang bersifat egoism tinggi.
c.          Kroda artinya marah
Dalam diri manusia, tidak bisa lepas dari unsur emosi. Emosi merupakan luapan semangat dari keinginan. Emosi yang baik adalah emosi yang diperuntukkan sebagaimana mestinya. Emosi yang harus dihindari adalah emosi yang dapat menyebabkan seseorang menjadi lepas control, menjadi tidak dapat mengendalikan kemarahan sehingga dapat menimbulkan malapetaka atau kesengsaraan bagi dirinya dan bagi orang lain.
d.         Moha artinya bingung
Sifat tamak atau lobha yaitu ingin memiliki lebih dari yang dipunyai orang lain, namun kemampuan untuk memiliki hal tersebut tidak ada, maka timbullah kegusaran dalam diri, muncul pikiran kalut, sehingga muncul kebingungan yang dapat menyebabkan pikiran manusia menjadi gelap, tidak mampu berpikir jernih.
e.          Mada artinya mabuk
Mabuk dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu yang pertama mabuk yang disebabkan oleh minuman keras dan narkoba. Yang kedua yaitu mabuk karena adanya unsur sapta timira. Mabuk yang disebabkan oleh minuman keras dan narkoba menyebabkan manusia menjadi hilang ingatan dan menjadi linglung, serta dapat merusak organ tubuh yang kadang membuat manusia menjadi teller dan bahkan sekarat. Sedangkan mabuk yang disebakan karena sapta timira, manusia menjadi sombong dan tidak peduli dengan orang lain.
f.          Matsarya artinya iri hati, dengki
Sifat iri hati adalah sifat yang tidak dapat menerima akan keadaan orang lain yang lebih maju dari pada kita. Kita selalu memikirkan orang lain yang lebih baik dari kita tanpa ada usaha dari diri kita untuk bersaing dengan orang lain. Hal ini akan menyebabkan manusia menjadi semakin terpuruk dari orang lain.



2.  Contoh-contoh perilaku sad ripu yang harus dihindari
a.       Kama = hawa nafsu
Jojon adalah siswa kelas VII yang rumahnya dekat dengan sekolahnya. Jojon memiliki keinginan untuk dibelikan sepada motor oleh orang tuanya. Jojon mengancam orang tuanya kalau tidak dibelikan, maka ia tidak akan sekolah, sedangkan kalau dia dibelikan dia akan rajin masuk sekolah. Akhirnya orang tua Jojon membelikannya sepeda motor. Pada mulanya Jojon rajin, tapi lambat laun menjadi malas, sering tidak masuk sekolah dan sering terlambat kalau pulang sekolah. Ternyata setelah diketeahui, ternyata Jojon sering bolos untuk mabuk-mabukan dan mengkonsumsi narkoba, sehingga jojon akhirnya ditangkap Polisi.
b.      Lobha = rakus, egois
Budu memiliki sifat yang tidak pernah puas. Di rumah buduh juga selalu menghabiskan makanan yang ada sendirian tanpa menyisakan untuk saudara-saudaranya. Setiap kali ada makanan dan barang-barang yang baru, ia selalu mengambilnya lebih dahulu. Hal ini yang menyebabkan Buduh menjadi tidak disukai oleh saudara dan teman-temannya.
c.       Krodha = kemarahan
Anti memiliki sifat pemarah. Setiap hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, ia selalu marah-marah kepada orang yang memberikannya. Dia tidak peduli itu kepada Ibunya, Bapaknya, atau kepada saudara-saudaranya. Ketika dia sedang marah, maka barang-barang yang ada disekitarnya dilempar sehingga menjadi rusak. Suatu saat ketika dia diberitahu oleh orang tuanya untuk sembayang, anti malah marah-marah dan membanting jam kesayangannya, sehingga akhirnya dia menyesal telah menghancurkan jam kesayangannya.
d.      Moha = bingung
Doplang adalah seorang bapak yang memiliki tiga anak. Pekerjaan dia sehari-hari hanya keluyuran dan tidak mau bekerja untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Doplang senang sekali hutang kepada teman-teman mainnya. Sehingga suatu saat hutangnya menjadi sangat banyak dan semua orang mencarinya untuk menagih uangnya yang belum Doplang bayar. Doplang tidak punya apa-apa, dan dia sangat bingung. Hingga suatu hari karena kebingungan dan ketakutannya itu, Doplang mengkahiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya.
e.       Madha = kemabukan
Makibu adalah anak muda yang suka mabuk-mabukan. Setelah pulang sekolah, ia berkumpul di rumah temannya yang kosong untuk pesta minuman keras. Mereka mabuk hingga sempoyongan. Setelah itu Makibu pulang dengan mengendari sepeda motor, dan ketika ditengah jalan karena pandangannya kabur, ia menabrak sebuah truk yang ada didepannya. Akhirnya dia menjalani opname di rumah sakit.
f.       Matsarya = iri hati
Siti adalah anak yang memiliki sifat iri hati yang sangat besar. Dia merasa tidak ada yang anak yang boleh melebihi apa yang dia miliki. Pada saat penerimaan raport, ternyata Siti jauh tertinggal dengan Ira. Karena iri hatinya tersebut, Siti memfitnah Ira  bahwa Ira dapat rangking karena dia pacaran dengan Guru  disekolahnya.

F.    Model/Metode Pembelajaran   :
Ceramah interaktif dan diskusi aktif
    
G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

Pertemuan 1

1. Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
a.       Mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu”
b.      Menanankam jiwa religius pada anak dengan membuka pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
c.       Membiasakan agar anak mempunyai disiplin yang tinggi dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
d.      Apersepsi :
-          Memberikan gambaran dengan cerita-cerita tentang perilaku dari masing-masing bagian Sad Ripu
-          Peserta didik berkomentar tentang cerita tersebut

2. Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.       EKPLORASI
Membiasakan peserta didik untuk gemar membaca dengan membaca materi tentang bagian-bagian Sad Ripu beserta penjelasannya dalam buku paket

B.        ELABORASI
1.      Peserta didik dibiasakan untuk saling bekerja sama dalam pembagian tugas dengan membentuk kelompok
2.      Membiasakan peserta didik untuk komunikatif dan bisa menghargai pendapat temannya dengan berdiskusi tentang pengertian bagian-bagian Sad Ripu
3.      Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dengan menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

D.       KONFIRMASI
1.      Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.      Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.      Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya mempelajari tentang contoh-contoh bagian Sad Ripu

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2.      Melakukan evaluasi/ Post-test
3.      Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi”

Pertemuan 2
1.      Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Menumbuhkan religius siswa dengan mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu” dan mengawali pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
2.      Membaisakan kedisiplinan siswa dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
3.      Apersepsi :
-       Pree test: Pertanyaan dari pembelajaran minggu yang lalu

2.   Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.    EKPLORASI
Guru membiasakan peserta didik agar gemar membaca dengan memberi kesempatan pada peserta didik membaca materi pembelajaran



B.     ELABORASI
1.         Membiasakan siswa agar memiliki jiwa tanggung jawab dengan membentuk mereka menjadi beberapa kelompok
2.         Membiasakan peserta didik agar komunikatif dan mau menghargai pendapat orang lain dengan berdiskusi tentang arti contoh-contoh dari bagian-bagian Sad Ripu
3.         Siswa dengan cerdas mampu memberikan contoh-contoh perbuatan atau tindakan manusia yang mencerminkan daripada Sad Ripu
4.         Menumbuhkan percaya diri siswa dan melatih siswa komunikatif dengan cara menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

C.    KONFIRMASI
1.         Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.         Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.         Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya mempelajari tentang dampak negatif dan hal-hal yang dilakukan untuk menghindari atau meminimalkan Sad Ripu dalam kehidupan sehari-hari

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1. Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2. Melakukan evaluasi/ Post-test
3. Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi”

 H.  Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.      Alat
-          Spidol, White board

2.      Bahan
-          Capsion

3.      Sumber Belajar
-       Buku widya dharma Agama Hindu kelas VII
-       Buku LKS
-       Wrhaspati Tattwa
-       Buku lainnya yang relevan

 
I.  Penilaian
a.  Penilaian Karakter:
Penilaian yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan Indikator,  sesuai dengan kebutuhan seperti contoh format di bawah ini.
No
Nama Peserta didik
Aspek yang nilai
Skor


Percaya diri
Religius
1

1
2
3
4
1
2
3
4

2










3










4











Keterangan    :
Rentang nilai    
Jumlah skor
Nilai
Kretiria
8
81-100
(A) Baik sekali
7
61-80
 (B) Baik
6
41-60
 (C) Cukup
        - 5
0-40
 (D) Kurang

b.      Penilaian Pengamatan Kerja Kelompok (Afektif)

No
Nama Siswa
Aspek yang dinilai
Jlh
Ket.
Mengusulkan gagasan                      
Memperhatikan pendapat teman
Menambah penjelasan   teman
Menerima pendapat oranglain
1







2







3







4








c.    Penilaian akhir pembelajaran :
     Sesuaian dengan keperluan guru (diberi waktu 20 menit)
Indikator
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh Instrumen
1.          Menjelaskan arti bagian-bagian dari Sad Ripu
Tes tulis
Tes Uraian
1. Uraikan pengertian bagian-bagian dari Sad Ripu
2.          Menunjukkan sifat sad ripu melalui contoh yang diberikan
Tes Kinerja
Tes Identifikasi
2. Identifikasilah bagian-bagian sad ripu dari contoh yang disajikan

Kunci Jawaban

1.      Sad Ripu merupakan enam musuh yang ada dalam diri manusia yang harus dihindari untuk mendapatkan suatu kebahagiaan dan keharmonisan dalam kehidupan. Arti dari bagian-bagian sad ripu yaitu:

a.          Kama artinya keinginan, keinginan yang harus dihindari adalah kenginan yang berlebihan dan juga hawa nafsu yang menyebabkan manusia menjadi sengsara.
b.         Lobha artinya tamak atau rakus, yaitu suatu sifat yang tidak akan pernah merasa puas akan semua hal yang telah dimiliki, hal ini menyebabkan manusia menjadi bersifat egois yang tinggi yang menyebabkan manusia menjadi tidak peduli dengan sesamanya.
c.          Krodha artinya marah atau kemarahan, suatu sifat yang disebabkan karena adanya suatu hal yang tidak sesuai dengan hati dan keinginan dan yang menyebabkan seseorang menjadi hilang kendali. Kemarahan dapat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.
d.         Moha artinya kebingungan, yaitu suatu sifat yang disebabkan karena tidak dapat memenuhi apa yang diharapkan dan tidak dapat memenuhi apa yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga manusia menjadi gelap mata dan gelap pikiran sehingga nantinya dapat menimbulkan kesengsaraan bagi dirinya sendiri.
e.          Madha artinya mabuk, yaitu kemabukan yang disebabkan oleh minuman keras atau narkoba, dan juga mabuk yang disebabkan oleh sifat-sifat Sapta Timira yaitu tujuh kegelapan manusia.
f.          Matsarya artinya iri hati, yaitu sifat yang disebabkan karena sikap yang tidak bisa menerima keadaan diri sendiri, tidak menyadari dengan kekurangan yang dimiliki, sehingga selamanya tidak akan pernah bisa melebihi orang lain.

           


Rumus : Perolehan Skor  x 100   = N
                       10

Mengetahui :
Kepala Sekolah,




SUZANA KUNCAHYANIE R, S.Pd
NIP. 19610328 198111 2 001        
Grogol, ……………………
Guru Bidang Studi Agama Hindu




HERI ISWANTO, S.Sos.H
NIP. 19870927 201101 1 008






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN      :    SMP NEGERI 3 GROGOL
KELAS                                    :    VII
SEMESTER                            :    2
MATA PELAJARAN             :    PENDIDIKAN AGAMA HINDU
ALOKASI WAKTU               :    2 X 40 MENIT ( 1 PERTEMUAN)

A.   Standar Kompetensi  :
Memahami Sad Ripu sebagai aspek diri  yang harus dihindari

B.   Kompetensi Dasar                     :  5.5  Menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan dari  Sad Ripu
                                                  
C.   Indikator Pembelajaran:
1.      Mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan dari Sad Ripu

D.  Tujuan Pembelajaran         :          
Pertemuan 1:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:
1.      Peserta didik dapat mengetahui dampak negative yang ditimbulkan dari Sad Ripu
2.      Mengetahui cara yang digunakan untuk meminimalisir atau menghindari perilaku Sad Ripu

E.   Materi Pembelajaran         :          
1. Dampak negative yang disebabkan oleh Sad Ripu

Musuh dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang diantaranya adalah Kama (keinginan/hawa nafsu), Lobha (tamak/rakus), Krodha (kemarahan), Moha (Kebingungan), Mada (mabuk), dan Matsarya (iri hati) hendaknya dapat dikendalikan. Karena jika kita tidak mampu akan menimbulkan kesengsaraan bagi diri kita sendiri.
Misalnya jika kita terlalu menuruti keinginan yang berlebihan, maka kita akan sengsara karena terlalu banyak mengeluarkan pengeluaran yang seharusnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih penting. Karena sifat lobha, seorang manusia tidak akan mendapatkan sahabat, karena hanya mementingkan diri sendiri. Karena sifat pemarah, seseorang akan banyak mendapatkan musuh, karena tutur katanya yang penuh dengan amarah dan menyinggung perasaan orang lain. Karena moha atau kebingungan seseorang akan selalu gegabah, salah mengambil keputusan, tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Karena mada atau mabuk, seseorang akan mendapatkan celaka, saraf dan organ fital dalam tubuh menjadi rusak. Karena iri hati atau matsarya seseorang akan menjadi lebih terpuruk dan ketinggalan dari temannya karena hanya sibuk mengurusi orang lain yang lebih mampu daripada dirinya sendiri.

2.  Upaya untuk mengurangi dampak dari Sad Ripu
a.          Kama atau keinginan yang berlebihan dapat dikendalikan dengan cara meminim dan menimbang kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dan kebutuhan yang bisa untuk tidak dipenuhi selagi kebutuhan itu tidak terlalu penting. Hal ini akan membuat pengeluaran kita menjadi seimbang dengan pendapatan yang kita miliki.
b.         Lobha atau rakus dan tamak dapat dikendalikan dengan membiasakan peduli dengan orang lain, tidak meninggikan ego dalam diri, lebih sering berbagi dengan saudara, teman dan sahabat, agar sifat-sifat ego kita menjadi semakin kecil.
c.          Krodha atau marah, harus dikendalikan dengan cara kita selalu melatih kesabaran, jika kita mulai merasa marah, hendaknya kita bisa mengendalikannya dengan cara melakukan pranayama atau menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan. Hal ini dapat mengurangi kemarahan yang ada dalam diri kita.
d.         Moha atau kebingungan dapat dikendalikan dengan meningkatkan pengetahuan untuk menambah wawasan sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat ketika kita dihadapkan dengan rasa kebingungan yang tinggi.
e.          Mada atau mabuk dapat dihilangkan dengan cara pengendalian diri, pengendalian dalam pergaulan, lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan sering mensyukuri dengan kelebihan yang ada dengan menekan rasa kesombongan dalam diri.
f.          Matsarya atau iri hati harus dihilangkan dalam diri manusia, dengan cara kita menerima kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, dan menjadikannya sebagai pemicu untuk kita berusaha lebih baik lagi agar kita bisa mempunyai kelebihan yang sama dengan yang dimiliki oleh orang lain tersebut, bahkan bisa lebih baik dari mereka.

F.    Model/Metode Pembelajaran   :
Ceramah interaktif dan diskusi aktif


    
G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

Pertemuan 1

1.  Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
a.       Mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu”
b.      Menanankam jiwa religius pada anak dengan membuka pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
c.       Membiasakan agar anak mempunyai disiplin yang tinggi dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
d.      Apersepsi :
-          Memberikan gambaran dengan cerita-cerita tentang dampak negative dari masing-masing bagian Sad Ripu
-          Peserta didik berkomentar tentang cerita tersebut

2. Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.       EKPLORASI
1.      Siswa diberikan suatu bacaan cerita tentang macam-macam dampak negative dari perilaku Sad Ripu

B.        ELABORASI
1.      Membiasakan peserta didik untuk menumbuhkan jiwa kerja sama dengan cara membentuk kelompok
2.      Membiasakan peserta didik untuk komunikatif dan bisa menghargai pendapat temannya dengan berdiskusi tentang dampak negative dan cara untuk menghindari atau menekan sifat Sad Ripu dalam diri
3.      Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dengan menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

C.       KONFIRMASI
1.         Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.         Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.         Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya digunakan untuk Ulangan Harian tentang materi Sad Ripu


3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2.      Melakukan evaluasi/ Post-test
3.      Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi

H.  Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.      Alat
-          Spidol, White board

2.      Bahan
-          Capsion

3.      Sumber Belajar
-       Buku widya dharma Agama Hindu kelas VII
-       Wrhaspati Tattwa
-       Buku lainnya yang relevan



Mengetahui :
Kepala Sekolah,




SUZANA KUNCAHYANIE R, S.Pd
NIP. 19610328 198111 2 001        
Grogol, ……………………
Guru Bidang Studi Agama Hindu




HERI ISWANTO, S.Sos.H
NIP. 19870927 201101 1 008


















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN      :    SMP NEGERI 3 GROGOL
KELAS                                    :    VII
SEMESTER                            :    2
MATA PELAJARAN             :    PENDIDIKAN AGAMA HINDU
ALOKASI WAKTU               :    4 X 40 MENIT ( 2 PERTEMUAN)

A.   Standar Kompetensi  :
Memahami pengelompokkan tempat suci

B.   Kompetensi Dasar                     :  6.1  Menyebutkan jenis-jenis tempat suci menurut fungsinya
                                                            6.2   Menguraikan ciri-ciri khusus jenis-jenis tempat suci
                                                  
C.   Indikator Pembelajaran:
1.Mengetahui jenis-jenis tempat suci menurut fungsinya
2.Mengetahui ciri-ciri khusus jenis-jenis tempat suci

D.  Tujuan Pembelajaran         :          
Pertemuan 1:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:
1.      Mengetahui jenis-jenis tempat suci agama Hindu berdasarkan wilayah masing-masing

Pertemuan 2:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapakan peserta didik dapat:
1.      Mengetahui ciri-ciri khusus jenis-jenis tempat suci dimasing-masing wilayah nusantara

E.   Materi Pembelajaran         :          
1.  Jenis-jenis pura
a.       Pura Kahyangan Jagat atau Pura Umum
Yaitu pura yang digunakan untuk memuja Sang Hyang Widhi dan segala manifestasinya. Contohnya Pura Besakih, Pura Goa Lawah, Pura Andakasa, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Puncak Mangu, Pura Batur, Pura Kilisuci, Pura Kertabhuana, dll.
b.      Pura Teritorial
Pura ini memiliki ciri-ciri kesatuan wilayah sebagai tempat memuja Sang Hyang Widhi diwilayah desa adat. Pura Desa sebagai tempat memuja dewa Brahma, Pura Puseh untuk memuja dewa Wisnu, dan Pura Dalem untuk memuja dewa Siwa.
c.       Pura Swaguna
Pura yang digunakan untuk memuja sang Hyang Widhi sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan, misalnya Pura Subak, digunakan untuk para petani yang tidak bisa lepas dari pengairan untuk pengolahan sawahnya. Pura Melanting yaitu untuk memuja sang Hyang Widhi bagi mereka yang memiliki pekerjaan sebagai pedagang. Pura Segara yaitu lebih besar ditujukan kepada para Nelayan untuk memuja Sang Hyang Widhi sebagai penguasa lautan agar dapat memberikan keselamatan dalam bekerja sebagai nelayan.
d.      Pura Kawitan
Pura yang digunakan untuk memuja para leluhur yang merupakan garis keturunan dari kita yang telah terlebih dahulu meninggalkan kita.
e.       Candi
Umat Hindu dijawa pada jaman kerajaan membangun sebuah candi yang digunakan sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi
f.       Punden Berundak
Merupakan tempat suci yang digunakan manusia pada jaman dahulu yang berupa batu disusun ke atas.

2.   Ciri-Ciri Tempat Suci Agama Hindu
a.       Memiliki pelinggih utama Padmasana
b.      Memiliki pelinggih penglurah (leluhur)
c.       Memiliki tiga mandala
d.      Dibatasi dengan penyengker
e.       Bentuk dan arsitektur disesuaikan dengan tempatnya berada
f.       Menghadap ke timur, ke segara, atau ke gunung

F.  Model Pembelajaran
Ceramah interaktif dan diskusi aktif


    
G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

Pertemuan 1

1.  Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
a.       Mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu”
b.      Menanankam jiwa religius pada anak dengan membuka pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
c.       Membiasakan agar anak mempunyai disiplin yang tinggi dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
d.      Apersepsi :
-          Memberikan gambar-gambar tempat suci agama Hindu
-          Siswa diminta untuk mengomentari gambar tersebut.

2. Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.       EKPLORASI
1.      Siswa diberikan kesempatan untuk mengamati macam-macam gambar tempat suci yang diberikan oleh guru.
2.      Mengajak siswa untuk aktif dengan memberikan kesempatan untuk menjelaskan gambar apa saja yang terdapat dalam gambar tempat suci tersebut.

B.        ELABORASI
1.      Membiasakan peserta didik agar gemar membaca dengan memberikan buku tentang jenis-jenis Pura
2.      Membiasakan peserta didik untuk komunikatif dan bisa menghargai pendapat temannya dengan berdiskusi tentang macam-macam Pura yang ada di Bali dan di Jawa
3.      Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dengan menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi
4.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk komunikatif dengan cara saling memberikan pertanyaan dan jawaban terkait hasil presentasi kelompoknya.


C.       KONFIRMASI
1.      Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.      Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.      Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya digunakan untuk membahas ciri-ciri tempat suci agama Hindu

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2.      Melakukan evaluasi/ Post-test
3.      Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi

Pertemuan ke 2
1.   Kegiatan pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
a.       Mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu”
b.      Menanankam jiwa religius pada anak dengan membuka pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
c.       Membiasakan agar anak mempunyai disiplin yang tinggi dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
d.      Apersepsi :
-          Memberikan gambar-gambar tempat suci agama Hindu
-          Siswa diminta untuk mengomentari gambar tersebut.

2. Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.       EKPLORASI
1.      Siswa diberikan kesempatan untuk mengamati macam-macam gambar tempat suci yang diberikan oleh guru.
2.      Mengajak siswa untuk aktif dengan memberikan kesempatan untuk menjelaskan gambar apa saja yang terdapat dalam gambar tempat suci tersebut.

B.        ELABORASI
1.      Membiasakan peserta didik agar gemar membaca dengan memberikan buku tentang ciri-ciri Pura
2.      Membiasakan peserta didik untuk komunikatif dan bisa menghargai pendapat temannya dengan berdiskusi tentang ciri-ciri Pura yang ada di Bali dan di Jawa
3.      Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dengan menugaskan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi
4.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk komunikatif dengan cara saling memberikan pertanyaan dan jawaban terkait hasil presentasi kelompoknya.

C.       KONFIRMASI
1.      Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.      Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.      Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya digunakan untuk menggambar tempat suci agama Hindu

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2.      Melakukan evaluasi/ Post-test
3.      Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi

H.  Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.      Alat
-          Spidol, White board
-          Gambar macam-macam pura

2.      Bahan
-          Capsion

3.      Sumber Belajar
-       Buku widya dharma Agama Hindu kelas VII
-       Wrhaspati Tattwa
-       Buku lainnya yang relevan




I.  Penilaian
a.  Penilaian Karakter:
Penilaian yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan Indikator,  sesuai dengan kebutuhan seperti contoh format di bawah ini.
No
Nama Peserta didik
Aspek yang nilai
Skor


Percaya diri
Religius
1

1
2
3
4
1
2
3
4

2










3










4











Keterangan    :
Rentang nilai    
Jumlah skor
Nilai
Kretiria
8
81-100
(A) Baik sekali
7
61-80
 (B) Baik
6
41-60
 (C) Cukup
        - 5
0-40
 (D) Kurang

b.      Penilaian Pengamatan Kerja Kelompok (Afektif)

No
Nama Siswa
Aspek yang dinilai
Jlh
Ket.
Mengusulkan gagasan                      
Memperhatikan pendapat teman
Menambah penjelasan   teman
Menerima pendapat oranglain
1







2







3







4








c.    Penilaian akhir pembelajaran :
     Sesuaian dengan keperluan guru (diberi waktu 20 menit)
Indikator
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh Instrumen
1.         Menyebutkan bangunan yang ada di dalam pura
Tes tulis
Tes Uraian
1. Apa sajakah bangunan yang terdapat di dalam Pura
2.         Menyebutkan ciri-ciri pura dalam agama Hindu
Tes Kinerja
Tes Identifikasi
2. melalui gambar yang ada, berikan ciri-ciri pura yang ada di Indonesia.

Kunci Jawaban

1.      Pada umumnya tempat suci agama Hindu atau sekarang yang disebut dengan Pura terdiri dari beberapa bangunan utama atau yang disebut pelinggih yaitu tempat yang digunakan untuk melinggihkan atau menstanakan Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya. Pelinggih tersebut antara lain: Padmasana, Penglurah, candi gedong, meru, penunggun karang, pelinggih untuk Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa.

2.      Pada umumnya Pura terdiri dari tiga mandala atau tiga bagian ruang, yaitu Utama Mandala, madya mandala, nista mandala. Dan dikelilingi oleh tembok penyengker, terdapat candi bentar dan kori agung sebagai pintu utama masuk ke dalam Utama Mandala, terdapat beberapa bangunan pelinggih, misalnya Padmasana, penglurah, pelinggih Brahma, Wisnu, Siwa, dan penunggun karang. Pura biasanya menghadap ke timur, kea rah segara, dank e arah gunung.


Rumus : Perolehan Skor  x 100   = N
                       10

Mengetahui :
Kepala Sekolah,




SUZANA KUNCAHYANIE R, S.Pd
NIP. 19610328 198111 2 001        
Grogol, ……………………
Guru Bidang Studi Agama Hindu




HERI ISWANTO, S.Sos.H
NIP. 19870927 201101 1 008



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN      :    SMP NEGERI 3 GROGOL
KELAS                                    :    VII
SEMESTER                            :    2
MATA PELAJARAN             :    PENDIDIKAN AGAMA HINDU
ALOKASI WAKTU               :    2 X 40 MENIT ( 1 PERTEMUAN)

A.   Standar Kompetensi  :
Memahami pengelompokkan tempat suci

B.   Kompetensi Dasar                     :  6.3  Menggambar tempat suci
                                                                                                   
C.   Indikator Pembelajaran:
1.   Mengetahui tata letak bangunan suci dengan menggambar Pura
2.   Mampu membedakan jenis-jenis pura melalui sebuah media gambar pura yang dibuatnya sendiri

D.  Tujuan Pembelajaran         :          
Pertemuan 1:
Setelah proses pembelajaran berlangsung diharapkan peserta didik dapat:
1.         Dapat menggambar tempat suci sesuai dengan tata letak bangunan suci dengan benar dan sesuai dengan sastra
2.         Mengetahui perbedaan jenis pura melalui gambar yang dibuatnya

E.   Materi Pembelajaran         :
1.      Macam-macam denah Pura: Pura Kahyangan Jagat, Dang Kahyangan, Pura Desa, Puseh, Dalem, Pura Swaguna.
2.      Bentuk pura memiliki perbedaan antara pura yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarena adanya perbedaan fungsi pura tersebut sesuai dengan jenisnya. Seperti Pura Kahyangan Jagat akan memiliki perbedaan dengan Pura Kawitan, hal ini dikarenakan fungsi yang berbeda dari pura-pura tersebut. Maka dari itu akan banyak macam pura sesuai dengan gambar yang akan dibuat dalam materi pelajaran pada bab ini.


F.  Model Pembelajaran
Kerja individu dalam menggambar macam-macam tempat suci dalam agama Hindu
    
G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:
1.  Kegiatan Pendahuluan
Dilaksanakan selama 10 menit
a.       Mengucapkan panganjali umat “ Om Swastyastu”
b.      Menanankam jiwa religius pada anak dengan membuka pelajaran dengan doa awal kegiatan belajar
c.       Membiasakan agar anak mempunyai disiplin yang tinggi dengan mengecek kehadiran dan kesiapan  Peserta didik
d.      Apersepsi :
-          Memberikan gambar-gambar tempat suci agama Hindu
-          Siswa diminta untuk mengamati gambar tersebut.

2. Kegiatan Inti
Dilaksanakan selama 60 menit
A.       EKPLORASI
1.      Siswa diberikan kesempatan untuk mengamati macam-macam gambar tempat suci yang diberikan oleh guru.
2.      Mengajak siswa untuk aktif dengan memberikan kesempatan untuk menjelaskan gambar apa saja yang terdapat dalam gambar tempat suci tersebut.

B.        ELABORASI
1.      Membiasakan peserta didik untuk komunikatif dan bisa menghargai pendapat temannya dengan berdiskusi tentang macam-macam Pura yang ada di Bali dan di Jawa yang ditunjukkan dari gambar yang ada
2.      Menumbuhkan pemahaman siswa tentang macam-macam tempat suci dan bentuknya dengan menugaskan siswa untuk menggambar macam-macam pura sesuai dengan jenis dan fungsinya.

C.       KONFIRMASI
1.      Menyimpulkan hasil diskusi kelas di bawah bimbingan guru
2.      Peserta didik dapat menyampaikan pertanyaan tentang materi  pembelajaran yang belum dipahami
3.      Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya digunakan untuk Ulangan harian tentang tempat suci.

3. Kegiatan Penutup
Dilaksanakan selama 10 menit
1.      Guru bersama Peserta didik melaksanakan refleksi
2.      Melakukan evaluasi/ Post-test
3.      Menutup pertemuan dengan menghaturkan ”Parama Santhi


H.  Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.      Alat
-          Spidol, White board
-          Gambar macam-macam pura

4.      Bahan
-          Capsion

5.      Sumber Belajar
-       Buku widya dharma Agama Hindu kelas VII
-       Wrhaspati Tattwa
-       Buku lainnya yang relevan






Mengetahui :
Kepala Sekolah,




SUZANA KUNCAHYANIE R, S.Pd
NIP. 19610328 198111 2 001        
Grogol, ……………………
Guru Bidang Studi Agama Hindu




HERI ISWANTO, S.Sos.H
NIP. 19870927 201101 1 008



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar